Kisah Bengawan Solo
Posted in Kisah Hidup on April 22, 2008 by djoko 
Saya mempunyai teman akrab, maaf saya tidak bisa sebutkan namanya, di kantor. Dia cukup baik, cerdas, dan solider. Dahulu, sebelum saya berkeluarga (kembali), kemana pun kami selalu bareng. Menyusuri liku-liku dan pelosok Jakarta, dengan segala atributnya siang dan malam, kerap kami lakoni bersama.
Jadi tidaklah aneh, jika saya kenal baik segalanya tentang dia. Begitu juga sebaliknya. Tak terkecuali pengalaman dengan hal yang satu ini, wanita !
Teman saya itu dikenal sebagai play boy. Matanya selalu berbinar-binar saat bercerita soal pengalamannya memburu wanita. “Gila men, kayak kaca,” ujar dia jika menggambarkan keseksian wanita dengan perut rata yang baru saja dikencaninya.
Tak terhitung sudah berapa jumlah wanita yang pernah diklaim sebagai pacarnya. Ada Mawar, Melati, Kenanga, Dahlia, serta sederet nama lainnya. Setiap mendapat ‘cinta’ baru, di selalu menunjukkan foto sang cewek sebagai bukti otentik. Dan memang hampir semua foto yang ditunjukkan nilainya di atas rata-rata.
Tapi ya itu….tidak satu pun dari cewek-cewek itu yang bisa berlama-lama bersanding dengan sang Arjuna. Paling lama, hanya bertahan 2 bulan. Setelah itu putus alias ke laut.
Saya nggak pernah menyelidiki apa alasan di balik kisah kandasnya perahu cintanya. Toh buat saya ngga penting. Itukan urusan pribadi dia. Tapi yang jelas, seringnya dia berganti pacar dan seringnya dia putus, membuat saya punya julukan buat dia. Bengawan Solo.
Kok bengawan Solo? Lah inget dong bait terakhit lagu itu…Akhirnya ke Lauuuttt….ha…ha…teman itu sewot bukan main kalau mendengar ejekan itu. Tapi ya namanya juga teman baik, dia pun tidak pernah sungguh-sungguh marah.
Terakhir dia bercerita tentang kekasih barunya bernama sebut saja, Denia. Dan seperti yang sudah-sudah, hubungan mereka hanya bertahan hitungan 2-3 bulan. Dua minggu lalu baru putus. Kisah Bengawan Solo pun kembali terulang. Akhirnya ke Lauuuuuttt…….
Salam Piece Brother
