Mancing Bareng Si Sulung
Sabtu 10 Mei malam, telepon rumahku tiba-tiba berdering. “Halo….,” sapa suara yang sangat aku kenal baik.
“Eh besok loe ada acara nggak? Kalau nggak ada, kita mancing yuk,” imbuh si penelepon, yang tak lain adalah Sigit Sujatmiko, teman dekat semasa kuliah dulu.
Aku langsung menjawab Ok. Kebetulan, aku memang beberapa kali janji dengan putra sulungku, Wicak, untuk pergi mancing. Tapi sampai saat ini belum juga terlaksana. Saat kusampaikan rencana ini, bukan main senangnya dia.
Singkat cerita, aku pergi bersama wicak menuju rumah Ian, teman kuliah yang lain. Aku, Sigit, seorang kawan lainnnya bernama Raden, memang janjian kumpul dulu di rumah Ian sebelum mancing. Dari sana, kita berangkat bareng ke kolam pemancingan ikan di Pondok Rajeg, Cibinong. Ian juga membawa putra sulungnya, sedangkan Sigit dan Raden tidak.
Wicak ternyata sangat senang sekali diajak mancing. Matanya kerap berbinar-binar saat mata kailnya disambar ikan yang lapar. Terlebih saat meggulung senar pancing…wuih gayanya kayak profesional. Dia baru berteriak minta bantuan saat sudah kewalahan.
“Papa..ikannya dapat lagi…!” katanya setiap kali berhasil memancing ikan.
Sampai akhirnya kami sadar hari sudah menjelang gelap. Takut kemalaman, aku dan Wicak pun pulang duluan sambil membawa 5 ekor ikan bawal hasil pancingan jagoan kecilku. “Pa kalau aku libur mancing lagi ya,” ujar Wicak. Siap bos!
![]()
![]()
![]()
Mei 13th, 2008 at 5:09 pm
salam kenal dari bandung
memancing memang mengasikkan, asal jangan memancing di air yang keruh
Mei 13th, 2008 at 5:39 pm
Salam kenal kembali…..Tapi empang tempat kami mancing memang keruh loh…..he..he..